Apakah Ada Pengaruhnya Pola Asuh Terhadap Prestasi Anak?
Keluarga
merupakan lingkungan eksternal pertama yang dikenal seorang anak saat lahir.
Bennet dalam Hastuti (dalam Suhemi, 2011) menyatakan bahwa keluarga adalah
tempat yang paling efektif dimana seorang anak menerima kebutuhan kesehatan,
pendidikan, dan kesejahteraan. Anak akan mengamati dan meniru perilaku orang
tuanya (modelling).
Prestasi adalah
suatu hasil yang diharapkan dalam berbagai kesempatan yang ada. Dalam dunia
Pendidikan, prestasi dianggap sebagai suatu hal yang penting dalam pencapaian
proses belajar. Keberhasilan dalam pembelajaran akan menghasilkan nilai yang
bermutu sesuai kemampuan diri dari masing-masing individu sebagai pembelajar.
Kemajuan dalam berbagai bidang menuntut masing-masing orang untuk dapat
meningkatkan mutu diri melalui berbagai macam cara.
Sebelum mengetahui ada pengaruh atau tidaknnya pola asuh terhadap prestasi anak, alangkah baiknya kita mengetahui dasar-dasar pola asuh terlebih dahulu.
A. Pola Asuh Orang Tua
Secara epistimologi kata pola diartikan sebagai cara kerja dan kata asuh berarti menjaga, merawat, mendidik dan membimbing supaya dapat berdiri sendiri. Artinya peran orangtua sangat penting dalam mendidik dan membimbing anaknya selama mengadakan pengasuhan meliputi cara orangtua memberikan aturan dan perhatian kepada anaknya.
Pola asuh merupakan sikap orangtua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Sikap tersebut meliputi cara orangtua dalam memberikan aturan-aturan, memberikan perhatian. Pola asuh sebagai suatu perlakuan orangtua dalam rangka memenuhi kebutuhan, memberi perlindungan, dan mendidik anak dalam kesehariannya.
Menurut Kohn (dalam Kumojoyo, 2011) mengatakan bahwa pola asuh merupakan cara orang tua berinteraksi dengan anak yang meliputi pemberian aturan, hadiah, hukuman, pemberian perhatian, serta tanggapan orang tua terhadap setiap perilaku anak.
Tabel 1.
Macam-macam pola asuh orang tua
|
Pola Asuh |
Artinya |
Kepribadian anak
yang terbentuk |
|
Uninvolved/
Lassez faire (Tidak Terlibat) |
Orang tua berjarak
dengan anak, tapi tetap perhatikan kebutuhan dasarnya. |
Self esteem
kurang berkembang, cenderung immature, kurang perhatian, serta terhambat
dalam penyesuaian diri, spontan, dan berani mencoba. |
|
Indulgent
(Permisif) |
Orang tua minim arahan, aturan tidak jelas, anak cenderung menjadi
“bos” |
Manja, kurang
dewasa, kurang teratur, egois, mudah menyerah, tidak disiplin, percaya diri,
kreatif, dan asertif |
|
Authoritative
(Demokratis) |
Anak bebas
berkreasi dengan batasan dan pengawasan dari orang tua. |
Ceria,
menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka kepada orang tua, tidak
mudah stress dan depresi, serta berprestasi baik, disiplin |
|
Authoritarian (Otoriter) |
Orang tua
berperan sebagai “bos”, kaku, penuh aturan dan arahan. |
Mudah cemas,
kurang percaya diri, kurang komunikatif, sulit untuk membuat keputusan, cenderung
memberontak, mudah sedih dan tertekan, disiplin, mandiri. |
B. Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan hasil
yang dicapai seseorang dari proses kegiatan belajar. Prestasi dalam belajar
merupakan penguasaan terhadap pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan
oleh mata pelajaran yang di dapat dari proses kegiatan belajar yang diukur
degan nilai dari hasil tes atu nilai yang diberikan oleh guru. Menurut Arifin
dalam Roida Eva Flora Siagian (2015)“Prestasi belajar pada umumnya berkenaan
dengan aspek pengetahuan, sedangkan hasil belajar meliputi aspek pembentukan
watak peserta didik.
Adapun hal-hal yang mempengaruhi prestasi akademik anak adalah kesehatan
jasmani dan rohani, inteligensi(kecerdasan), minat, bakat, cara belajar dan
motivasi.
C. Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dan Prestasi Akademik Siswa
pola asuh orangtua sangat berpengaruh terhadap prestasi
belajar anak, baik secara langsung maupun tidak, karena memiliki suatu ikatan
emosional bagi anak secara pribadi. Pemberian
motivasi bagi anak secara langsung berdampak bagi prestasi belajar anak. Hal
ini disebabkan karena orangtua memiliki peran penting dalam hal pengasuhan
danak selama proses Pendidikan. Motivasi yang terbaik bagi anak melalui pola
asuh dapat menciptakan siklus belajar bagi untuk mencapai hasil yang diharapkan
selama anak berada dalam bangku sekolah.
Dengan memiliki kemampuan membimbing dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan anak, maka anak memperoleh hasil belajar dengan prestasi yang tinggi, akan tetapi jika orangtua membiasakan anak belajar tanpa dibimbing bahkan tidak perduli terhadap Pendidikan anak, maka akan berdampak buruk bagi anak dalam mencapai prestasi yang diharapkan.
Dengan demikian, maka penanganan belajar anak akan lebih baik didukung penuh oleh orangtua sebagai pendidik awal dalam keluarga, sebab orangtua adalah pendidik awal yang sangat mengetahui tumbuh kembang anak dan kemampuan yang dimiliki anak tersebut. Melalui penelitian ini, maka terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar anak melalui pola asuh yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak. Pemahaman ini dapat disimpulkan sebagai sutau tindakan atau rolle model dalam pola asuh yang diberikan orangtua terhadap anak.
Dampak ini sangat berpengaruh dalam hal Pendidikan anak tersebut, sebagaimana yang telah disinggung dalam pembahasan bahwa, pola asuh yang otoriter akan berdampak atau berpengaruh buruk bagi anak dalam hal belajar. Dengan demikian, maka lingkungan keluarga berdampak besar bagi kehidupan anak dalam menempuh Pendidikan dan harapan dalam berprestasi.
Komentar
Posting Komentar